Golkar Riau – Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau mulai menghangat. Sejumlah nama mulai disebut-sebut berpotensi maju untuk memperebutkan posisi Ketua DPD Golkar di masing-masing daerah.
Di Rokan Hulu (Rohul), nama Evi Yuliana menjadi salah satu kandidat yang cukup diperhitungkan. Evi yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Riau dinilai memiliki peluang untuk memimpin Golkar Rohul.
Sementara di Indragiri Hilir (Inhil), nama Bupati Herman turut mencuat. Posisi dan pengalaman politiknya membuat Herman disebut memiliki peluang untuk memimpin Golkar di daerah tersebut.
Dinamika juga terlihat di Kampar. Ketua petahana Repol masih menjadi salah satu nama kuat yang diperhitungkan. Meski demikian, sejumlah nama lain disebut mulai mempersiapkan diri untuk bersaing dalam Musda.
Di Siak, petahana Indra Gunawan juga masih memiliki kekuatan untuk kembali memimpin Golkar. Namanya masih masuk dalam jajaran kandidat yang diperhitungkan menjelang pelaksanaan Musda.
Persaingan menarik juga terjadi di Rokan Hilir (Rohil). Selain petahana Afrizal Sintong, muncul sejumlah nama lain seperti Darmalis yang merupakan anggota DPRD Riau, Karmila Sari anggota DPR RI, serta Bupati Rohil Bistamam.
Untuk Bengkalis, nama Indra Gunawan Eet kembali mencuat sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Golkar. Namun, peluang tersebut masih terbuka karena sejumlah nama lain juga disebut berpotensi ikut dalam kontestasi.
Sementara di Kuantan Singingi (Kuansing), bursa kandidat juga masih diwarnai sejumlah nama, di antaranya petahana Adam dan Jons Ade Nopendra.
Di Pelalawan, nama Baharuddin mulai mendapat perhatian selain Imustiar. Keduanya saat ini memiliki posisi politik masing-masing di DPRD Pelalawan dan DPRD Riau.
Adapun untuk daerah lainnya, seperti Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Dumai dan Pekanbaru, peluang munculnya kandidat baru masih terbuka. Para petahana juga masih berpotensi kembali maju dalam Musda.
Meski sejumlah nama telah bermunculan, peta politik internal Golkar Riau masih sangat dinamis. Komposisi kandidat dan arah dukungan masih dapat berubah hingga tahapan Musda berlangsung.
Yulisman: Musda Bukan Sekadar Pergantian Ketua
Ketua DPD Partai Golkar Riau Yulisman menegaskan, Musda kabupaten dan kota tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan sosok ketua baru. Menurutnya, forum tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat sekaligus membenahi konsolidasi organisasi.
Yulisman menilai penguatan struktur dan soliditas kader menjadi modal penting bagi Golkar Riau dalam menghadapi agenda politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.
“Seluruh elemen partai diharapkan dapat dirangkul dan bekerja sama. Dengan konsolidasi yang kuat hingga tingkat kabupaten dan kota, Golkar Riau optimistis mesin partai dapat bergerak lebih maksimal menghadapi Pemilu 2029,” ujar Yulisman.
Ia berharap proses Musda nantinya dapat berlangsung secara demokratis, solid dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat Partai Golkar di masing-masing daerah.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Musda, dinamika bursa Ketua Golkar kabupaten dan kota di Riau diperkirakan masih akan terus berkembang. Dukungan kader, kekuatan struktur serta komunikasi politik di internal partai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar di setiap daerah.