Bahlil Kawal Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia, Dorong Investasi dan Transfer Teknologi
Bahlil Kawal Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia, Dorong Investasi dan Transfer Teknologi

Golkar Riau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia diarahkan pada langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Bahlil mengatakan arahan Presiden Prabowo menjadi landasan pemerintah dalam memperkuat kerja sama energi dengan Rusia, khususnya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil di Vladivostok, Kamis (3/9).

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan Indonesia-Rusia tidak hanya sebatas perdagangan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang menghasilkan nilai tambah bagi kedua negara.

Menurut Presiden, Rusia memiliki keunggulan dalam bidang energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta posisi strategis sebagai pintu masuk ke kawasan ASEAN.

Potensi tersebut dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di sektor minyak dan gas bumi. Indonesia, kata Presiden, menyambut investasi dan teknologi Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi hingga pengolahan migas.

Selain migas, peluang kerja sama juga mencakup pengembangan energi terbarukan, modernisasi jaringan kelistrikan serta pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Bahlil menegaskan seluruh peluang tersebut harus diwujudkan melalui program yang jelas dan terukur, bukan berhenti pada kesepakatan di atas kertas.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.

Kementerian ESDM selanjutnya akan mengawal berbagai peluang kerja sama tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi investasi dan program nyata. Fokusnya mencakup penguatan pasokan energi, peningkatan produksi dalam negeri, penguasaan teknologi serta memperkuat kemandirian energi Indonesia.