Anggota DPRD Riau Jon Ade Nopendra Dorong Pelebaran Jalan Telukkuantan-Sentajo untuk Atasi Kemacetan Saat Pacu Jalur
Anggota DPRD Riau Jon Ade Nopendra Dorong Pelebaran Jalan Telukkuantan-Sentajo untuk Atasi Kemacetan Saat Pacu Jalur

Golkar Riau – Kemacetan panjang kerap terjadi di ruas Jalan Telukkuantan-Sentajo setiap pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJ) dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) di Tepian Narosa Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Salah satu penyebabnya adalah kondisi sejumlah ruas jalan pendukung yang masih sempit dan belum mampu menampung tingginya volume kendaraan selama pelaksanaan Pacu Jalur.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Riau Jon Ade Nopendra mendorong Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau untuk merencanakan pelebaran ruas jalan mulai dari Simpang Sawah Telukkuantan hingga Pintu Gerbang Kota di Desa Kampung Baru Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya.

Menurutnya, pelebaran ruas jalan tersebut sangat penting mengingat statusnya sebagai jalan provinsi sekaligus menjadi salah satu akses utama menuju lokasi Pacu Jalur.

“Yang paling mendesak itu dari Simpang Empat Sawah sampai sekitar Jembatan Muaro Sentajo. Banyak ruas jalan yang masih kecil dan menjadi penyebab kemacetan saat Pacu Jalur di Tepian Narosa,” ujar Jon Ade, Kamis (3/9/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut menilai, kemacetan yang berlangsung berjam-jam dapat mengurangi kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang datang menyaksikan Pacu Jalur.

“Terjebak macet berjam-jam tentu tidak nyaman bagi pengunjung,” katanya.

Ia menjelaskan, ruas tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat dari sejumlah kecamatan di wilayah hilir Kuansing yang hendak menyaksikan Pacu Jalur di Tepian Narosa. Di antaranya masyarakat dari Kecamatan Sentajo Raya, Benai, Pangean, Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman hingga Cerenti.

Tidak hanya masyarakat Kuansing, akses tersebut juga banyak dilalui pengunjung dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Pelalawan dan Siak.

“Termasuk pengunjung dari Inhu, Inhil, Pelalawan dan Siak akan melewati ruas jalan ini,” ujarnya.

Jon Ade menegaskan, pelebaran jalan tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan diperkirakan terus meningkat pada masa mendatang.

Terlebih, popularitas Pacu Jalur kini semakin luas. Penontonnya tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mulai menarik wisatawan mancanegara. Pada pelaksanaan tahun ini, sejumlah wisatawan dari Rusia, Jepang, Jerman, Korea dan negara lainnya turut hadir.

Selain ruas Telukkuantan-Sentajo, Jon Ade juga mengusulkan pelebaran jalan di kawasan Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Pacu Jalur yang ramai dikunjungi masyarakat sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

Menurutnya, pelebaran jalan di Baserah tidak hanya untuk mengantisipasi kemacetan saat Pacu Jalur, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya penataan dan pengembangan kawasan perkotaan Baserah.

Secara keseluruhan, Jon Ade juga mendorong agar peningkatan infrastruktur di sepanjang ruas Jalan Telukkuantan-Rengat terus dilakukan. Pasalnya, kondisi jalan tersebut masih menjadi salah satu keluhan masyarakat yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah.