Golkar Riau — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu akhirnya menetapkan Evi Juliana sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu.
Evi Juliana terpilih secara aklamasi setelah memenuhi persyaratan dukungan sesuai ketentuan organisasi Partai Golkar dalam pelaksanaan Musda.
Musda tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Riau, di antaranya Sekretaris DPD Golkar Riau H. Suparman, S.Sos., M.Si., dan Bendahara DPD Golkar Riau Rinor Kuswan, ST.
Kehadiran jajaran DPD Golkar Riau tersebut menjadi bagian dari penguatan konsolidasi organisasi sekaligus memastikan pelaksanaan Musda berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi Partai Golkar.
Sebelumnya, sejumlah nama sempat muncul dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Rohul. Tiga nama yang mencuat yakni Evi Juliana, Sarkawi, S.E., dan Safri, S.E.
Dalam tahapan pengembalian berkas pencalonan, Evi Juliana dan Sarkawi tercatat mengembalikan berkas. Selanjutnya, panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh persyaratan pencalonan sesuai ketentuan AD/ART Partai Golkar.
Dari hasil verifikasi, Evi Juliana dinyatakan memenuhi ketentuan dukungan minimal 30 persen dari 21 suara yang menjadi dasar dalam Musda.
Hasil tersebut kemudian mengantarkan Evi Juliana menjadi calon Ketua DPD Golkar Rohul dan akhirnya ditetapkan secara aklamasi dalam forum Musda.
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Rohul, Evi Juliana menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan mengedepankan konsolidasi dan kebersamaan seluruh kader.
“Alhamdulillah, Musda telah berjalan dengan baik dan saya dipercaya untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu. Amanah ini merupakan tanggung jawab bersama. Setelah Musda, fokus kami adalah melakukan konsolidasi, memperkuat soliditas kader dan membangun kebersamaan seluruh jajaran Partai Golkar di Rokan Hulu,” ujar Evi Juliana.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu setelah proses Musda selesai. Menurutnya, momentum Musda harus menjadi titik awal untuk memperkuat organisasi dan menjalankan program-program kepartaian.
“Tidak ada lagi perbedaan setelah Musda. Mari kita satukan langkah, perkuat organisasi dan bekerja untuk masyarakat Rokan Hulu. Kita ingin seluruh kader bergerak bersama untuk membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Riau, H. Suparman, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada Evi Juliana atas kepercayaan yang diberikan melalui forum Musda.
Menurut Suparman, setelah proses Musda selesai, agenda berikutnya adalah memastikan konsolidasi organisasi berjalan dengan baik dan kepengurusan segera bekerja.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Evi Juliana yang telah ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu. Dengan selesainya Musda, konsolidasi organisasi harus segera dilakukan agar seluruh jajaran dapat bergerak bersama dan menjalankan program partai,” ujar Suparman.
Ia berharap kepemimpinan baru Golkar Rohul dapat memperkuat soliditas kader sekaligus membenahi dan mengoptimalkan struktur organisasi hingga tingkat bawah.
“Kami berharap kepemimpinan Evi Juliana mampu memperkuat soliditas kader dan struktur organisasi Partai Golkar di Rokan Hulu. DPD Golkar Riau siap memberikan dukungan dalam proses konsolidasi dan penguatan organisasi ke depan,” katanya.
Dengan berakhirnya Musda dan ditetapkannya Evi Juliana sebagai Ketua DPD Golkar Rohul, fokus organisasi kini beralih pada penyusunan kepengurusan serta konsolidasi internal.
Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat struktur partai, meningkatkan soliditas kader dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.
Musda menjadi momentum bagi Golkar Rohul untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan internal partai sehingga roda organisasi dapat berjalan lebih efektif di bawah kepemimpinan baru.
Selanjutnya, jajaran Golkar Rohul akan menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan dengan mengedepankan konsolidasi, kerja bersama serta penguatan struktur partai di seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hulu.Kutipan langsung Evi Juliana dan H. Suparman tetap sebaiknya dicocokkan dengan pernyataan atau rekaman asli sebelum dipublikasikan.